Abu Ar-Rayhan Al-Biruni (973 M – 1051 M)
Al-Biruni mengenyam pendidikan di Khwarizm. Beragam ilmu pengetahuan dikuasainya, seperti astronomi, matematika, filsafat dan ilmu alam. Ia memulai melakukan eksperimen ilmiah sejak remaja. Ilmuwan Muslim yang hidup di zaman keemasan Dinasti Samaniyaah dan Ghaznawiyyah itu turut memberi kontribusi yang sangat penting dalam farmasi. Melalui kitab As-Sydanah fit-Tibb, Al-Biruni mengupas secara lugas dan jelas mengenai seluk-beluk ilmu farmasi. Kitab penting bagi perkembangan farmasi itu diselesaikannya pada tahun 1050 M – setahun sebelum Al-Biruni tutup usia. Dalam kitab itu, Al-Biruni tak hanya mengupas dasar-dasar farmasi, namun juga meneguhkan peran farmasi serta tugas dan fungsi yang diemban seorang farmasis.


Ibnu Al-Baitar
Lewat risalahnya yang berjudul Al-Jami fi Al-Tibb (Kumpulan Makanan dan Obat-obatan yang Sederhana), Ibnu Al-Baitar turut memberi kontribusi dalam dunia farmasi. Dalam kitabnya itu, Al-Baitar mengupas beragam tumbuhan berkhasiat obat yang berhasil dikumpulkannya di sepanjang pantai Mediterania antara Spanyol dan Suriah. Tak kurang dari seribu tanaman obat dipaparkannya dalam kitab itu. Seribu lebih tanaman obat yang ditemukannya pada abad ke-13 M itu berbeda dengan tanaman yang telah ditemukan ratusan ilmuwan sebelumnya. Tak heran bila kemudian Al-Jami fi Al-Tibb menjadi teks berbahasa Arab terbaik yang berkaitan dengan botani pengobatan. Capaian yang berhasil ditorehkan Al-Baitar sungguh mampu melampaui prestasi Dioscorides. Kitabnya masih tetap digunakan sampai masa Renaisans di Eropa.

Sabur Ibnu Sahl (wafat 869 M)
Ibnu Sahl adalah dokter pertama yang mempelopori pharmacopoeia. Kontribusinya dalam bidang farmakologi dan farmasi juga terbilang amat besar. Dia menjelaskan beragam jenis obat-obatan. Sumbangannya untuk pengembangan farmakologi dan farmasi dituangkannya dalam kitab Al-Aqrabadhin.

Abu Hasan ‘Ali bin Sahl Rabban at- Tabari
At-Tabari lahir pada tahun 808 M. Pada usia 30 tahun, dia dipanggil oleh Khalifah Al-Mu’tasim ke Samarra untuk menjadi dokter istana. Salah satu sumbangan At-Tabari dalam bidang farmakologi adalah dengan menulis sejumlah kitab. Salah satunya yang terkenal adalah Paradise of Wisdom. Dalam kitab ini dibahas mengenai pengobatan menggunakan binatang dan organ-organ burung. Dia juga memperkenalkan sejumlah obat serta cara pembuatannya.
Abu Ja’far Al-Ghafiqi
Ilmuwan Muslim yang satu ini juga turut memberi kontribusi dalam pengembangan farmakologi dan farmasi. Sumbangan Al-Ghafiqi untuk memajukan ilmu tentang komposisi, dosis, meracik dan menyimpan obat-obatan dituliskannya dalam kitab Al-Jami’ Al-Adwiyyah Al-Mufradah. Risalah itu memaparkan tentang pendekatan dalam metodelogi, eksperimen, serta observasi dalam farmakologi dan farmasi.

Ibnu Sina
Dalam kitabnya yang fenomenal, Canon of Medicine, Ibnu Sina juga mengupas tentang farmasi. Ia menjelaskan lebih kurang 700 cara pembuatan obat dengan kegunaannya. Ibnu Sina menguraikan tentang obat-obatan yang sederhana.

Al-Zahrawi
Bapak ilmu bedah modern ini juga ikut andil dalam membesarkan farmasi. Dia adalah perintis pembuatan obat dengan cara sublimasi dan destilasi.
10/07/2009

Dandruff (Ketombe)

Ketombe merupakan gangguan kulit kepala yang kronis dan sering kambuh, tapi dapat hilang jika diobati dan timbul kembali saat obat dihentikan. Diperkirakan muncul pada 1 dari 2 orang di usia 20-30 tahun, serta 4 dari 10 orang usia 30-40 tahun.ketombe merupakan bentuk ringan dari seborrhoeic dermatitis ( akibat ragi Malassezia furfur ). Penyakit ringan dan hanya dikulit kepala. Garukan menyebabkan kulit terkelupas, radang dan bisa infeksi. Jika sangat radang dan tanda infeksi (mengeras atau mengeluarkan nanah) maka rujuk ke dokter.
Gejala Ketombe: kerak putih abu-abu pada kulit kepala yang berlebihan dan terasa gatal. Pergantian sel epidermis kulit kepala 2x lebih cepat dari normal.
Karena kronis dan berulang maka ada riwayat penyakit dengan gejala berfluktuasi. Juga tergantung musim, umunya membaik saat musim panas karena banyak cahaya UVB. M.furfur tidak terpengaruh UVA dari sinar matahari.
Faktor yang mempengaruhi:

  • Pewarnaan dan pengeritingan
  • Kurang bersih saat membilas (keramas) dapat mengiritasi kulit kepala dan terasa gatal
  • Obat

Pengobatan ketombe:
Obat ketombe digunakan di kulit kepala dan dibiarkan selama 3-5menit. Ketombe harus sudah membaik setelah 12 minggu pengobatan.

  1. Ketokonazole, terdapat bukti keefektifannya sebagai antifungi pada ketombe. Biasanya berupa shampo 2%. Terapi 2x/minggu selama 2-4minggu, lalu 1x/minggu atau tiap 4hari sekali untuk mencegah kekambuhan. Dapat juga digunakan untuk mengobati seborrhoeic dermatitis sebagai shampo dan dioles dibagian tubuh yang lain. Ketokonazole tidak diabsorpsi ke kulit kepala sehingga jarang menimbulkan alergi atau efek samping.
  2. Selenium sulphide, yang efektif adalah yang 2,5% dengan mekanisme kerja menurunkan laju turn over sel. Terapinya dengan shampo dipakai 2x/minggu selama 2minggu, lalu 1x/minggu selama 2minggu, kemudian bila perlu. Pemakaian selenium harus dibilas bersih, jika tidak maka warna rambut akan pirang, abu-abu, atau pengecatan rambut akan memudar maka harus dihindari dalam 48jam setelah pengecatan atau pengeritingan. Bila sering dipakai dapat menyebabkan kulit kepala berminyak dan tidak boleh dipakai pada kulit yang luka atau radang.
  3. Zn Pyrithione, shampo Zn pyrithione efektif sebagai antiketombe dengan efek sitostatik. Digunakan 2x/minggu selama 2minggu lalu bila perlu 1x/minggu.
  4. Coal Tar paling tidak efektif sebagai antiketombe. Berbau kurang enak, menyebabkan sensitisasi kulit dan fotosensitivitas.

Tips Praktis:

  • Perawatan berkelanjutan, karena ketome tidak akan sembuh sempurna dan bila perlu harus tetap diobati untuk mencegah kekambuhan.
  • Kulit kepala yang harus dirawat bukan rambutnya. Olesi, pijat dan biarkan 3-5menit
  • Belum jelas apakah ketombe disebabkan kurang sering keramas. Umumnya keramas 3x/minggu cukup untuk mengatasi ketombe. Dapat diseling antara shampo normal dengan shampo obat.
  • Gel, mousse dan hairspray tidak mengganggu pengobatan

 
Fun Fun Pharmacy © 2009. Template Design By: rzneema