Untuk dapat mengaplikasikan konsep Pharmaceutical Care dalam praktek farmasi klinik, kita harus memahami beberapa kegiatan yang termasuk dalam konsep Pharmaceutical Care tersebut. Adapun kegiatan yang termasuk dalam konsep Pharmaceutical Care adalah:

1. Wawancara Riwayat Pengobatan

2. Seleksi Obat

3. Monitoring Terapi

4. Kunjungan Bangsal

5. Konseling

6. Pelayanan Informasi Obat

7. Therapeutic Drug Monitoring

8. Penanganan Sitostatika

9. Total Parenteral Nutrition

10. Intra Vena Admixture

Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelayanan (care) terhadap pasien untuk meningkatkan kualitas hidup pasien (patient quality of life). oleh karena itu, seorang farmasis yang ingin mengaplikasikan konsep Pharmaceutical Care harus memahami dan mempunyai ketrampilan (soft skill) untuk melaksanakannya. Pembekalan pemahaman dan ketrampilan mengenai konsep Pharmaceutical care merupakan tanggung jawab dari berbagai pihak, lembaga pendidikan sebagai pencetak farmasis, pemerintah (Depkes) sebagai penyedia tempat untuk aplikasi Konsep Pharmaceutical care, Organisasi Profesi (ISFI) sebagai pembina tenaga kefarmasian yang melakukan praktek farmasi klinik, hingga Asosiasi perguruan tinggi (APTFI) yang menentukan standar kompetensi seorang farmasis yang dicatek oleh lembaga pendidikan.

Semua pihak yang berkaitan tersebut harus menyatukan visi mengenai praktek farmasi klinik di Indonesia, hal ini sangat penting mengingat tidak ada satu profesipun yang berkompeten mengenai obat kecuali farmasis.

12/21/2009

Haemorrhoid (wasir)

Definisi :
Pembesaran (varises) vena hemoroidalis yang dapat keluar dari anal canal

Tingkat keparahan :
  • Grade 1 : pembengakakan kecil pada bagian dalam rectum, tidak teraba / terlihat dari anus. Paling sering terjadi, bisa membesar.
  • Grade 2 : lebih besar. Sebagian bisa keluar (prolapsed) dari anus saat BAB, tapi segera masuk ke dalam anus dengan sendirinya.
  • Grade 3 hang out (prolapsed) dari anus. 1 benjolan lunak & kecil yg menonjol keluar dr anus dan bisa didorong masuk lagi. 
  • Grade 4 secara permanen menonjol keluar dari anus, tidak dapat didorong masuk kembali, kadang-kadang ukurannya cukup besar.

Nyeri : tidak selalu ada. Biasanya karena sembelit. Terapi : krim / gel anestesi lokal

Iritasi & gatal perianal : sering muncul. Jika menetap maka harus dirujuk ke dokter karena dicurigai Cancer rectal

Darah : darah segar memercik atau bercampur pada feses. Darah gelap bercampur dlm feses  harus dirujuk rujuk ke dokter, curiga tumor / polip

Gejala lokal, tidak ada nyeri / pembesaran perut, dan muntah

Bumil : pembesaran uterus, progesteron (otot sal. cerna relaksasi sehingga motilitas berkurang)

Penatalaksanaan Haemorrhoid
  • Diet tinggi serat
  • Anestesi lokal  untuk nyeri & gatal (benzocaine, lidocaine) max 2 minggu
  • Skin protector (ZnO, kaolin) lapisan di perm kulit untuk mencegah iritasi, gatal & melembabkan
  • Laxatives
  • Counter irritant (menthol, phenol) : stimulasi ujung saraf, sehingga dingin & tidak gatal. Topical Steroid  (hydro cortison) untuk inflamasi, sehingga gatal & nyeri berkurang. Di pakai pagi dan malam, tidak lebih dari 7 hari.
  • Astringents (ZnO, garam bismuth)
  • Antiseptik (resorcinol), terdpt dlm toilet tissue. Antiseptik :  anus gatal & exfoliative. absorpsi : myxoedema (hypothyroidism)
  • Operasi / ligasi
jangka Waktu Pengobatan dan Saat untuk Merujuk ke Dokter
Jangka waktu pengobatan : 1 minggu dg OTC.
Rujuk ke dokter, jika :
  • Dialami > 3 minggu
  • Darah dalam feses
  • Perubahan pola BAB
  • Diduga ESO
  • Disertai nyeri / pembesaran perut atau muntah
  • Gagal pengobatan
Tips Praktis
  • Cek apakah diagnosis Pasien benar
  • Higiene pribadi harus diperhatikan karena sisa feses sebabkan gatal maka basuh perianal dg air hangat
  • Diet tinggi serat
  • Tisu lembab / sabun lembut agar kulit tidak kering
  • Hindari mengejan / lama duduk di WC saat BAB
  • Suppo, gel, krim pada pagi & sore SETELAH BAB
  • Suppo : posisi harus benar. Minta saran pemakaian pada farmasis

Sifat & Lokasi Ruam Popok :
Ruam merah pada daerah pantat yg tertutup popok = nappy rash = napkin dermatitis

Bedakan dengan seborrhoeic dermatitis (ruam + kerak pada pantat & kulit kepala / craddle cap), infantile eczema (eksim juga menyebar ke bagian tubuh yang lain), atau nappy rash akibat jamur (biasanya di bagian tepi popok / satellite papules + oral thrush)
Tingkat Keparahan : jika kulit tidak luka / infeksi maka cukup diberikan terapi OTC

Infeksi sekunder oleh bakteri ditandai dengan adanya cairan / nanah atau kerak / keropeng kekuningan maka harus rujuk ke dokter


Lamanya diderita : jika telah berlangsung selama > 2 minggu, farmasis bisa merujuk ke dokter, tentang sifat & tingkat keparahan penyakit
Riwayat Penyakit Dahulu : harus ditanya, apa ada RPD & tindakan yang dilakukan ( mis: swamedikasi)

Gejala lain :
  • Biasanya timbul setelah serangan diare yaitu kulit sekitar anus merah & bengkak
  • Diare dapat disebabkan oleh pemberian Antibiotik
  • Terkait oral thrush

Faktor Pencetus Ruam Popok :
  • Obat ruam popok yg pernah dicoba (R/ & OTC) bisa sebabkan kekambuhan krn peka thd sediaan topikal
  • Kesehatan & Perawatan Kulit. Terutama karena berulangkali basah & kontak dengan kotoran pada popok. Hati-hati bila popok dari plastik.
  • Iritasi akibat amonia (dalam urin), bahan pengiritasi lain dalam urin & feses, reaksi alergi thd deterjen & antiseptik yang kurang dibilas, bahan dalam sediaan topikal (misal : lanolin)

Terapi & Lamanya Pengobatan :
Jika tidak membaik dalam 1 minggu setelah perawatan kesehatan kulit + obat OTC ? rujuk ke dokter
Pelembab adalah terapi utama. ditmabah Dimethicon untuk melindungi kulit dari air. Kadang mengandung bahan lain sebagai berikut :

  • Zn = sebagai bahan penyejuk / mengurangi iritasi
  • Lanolin = melembabkan kulit, tp bisa terjadi reaksi alergi sebaiknya pakai lanolin dg kemurnian tinggi
  • Castor oli / cod liver oil membuat lapisan tipis tahan air pada kulit
  • Antibakteri (mis : chlorhexidine), bbrp antibiotik menyebabkan reaksi alergi
  • Anti jamur
  • Infeksi sekunder krn Candida sering terjadi pada ruam popok bisa diobati dengan miconazole / clotrimazole topikal 2x /hr sampai 4-5 hr setelah gejala hilang. Pelembab dapat langsung dioles setelah memakai anti jamur.
  • Jika tidak membaik dlm 5 hr pakai gol. azole maka harus rujuk ke dokter
  • Hydrocortisone krim/salep tidak boleh diberikan oleh farmasis sebagai obat OTC, krn tidak boleh diberikan kepada anak <>

Petunjuk pemakaian hydrocortisone :
  • sediaan topikal sudah efektif, jika dioleskan tipis2 dlm jumlah sedikit ? finger tip unit
  • Penyerapan corticosteroid dari sediaan topikal ? jika kulit tertutup popok / celana plastik. Makin banyak corticosteroid dioles & ditutup celana kedap air ? efek sistemik lebih sering terjadi
  • Semakin poten steroid, makin besar kemungkinan terjadi efek sistemik
  • Jika tidak membaik dalam 10 hr pakai hydrocortisone maka rujuk ke dokter

Rujuk ke Dokter, jika :
  • Kulit luka terkelupas, kemerahan parah
  • Ada tanda infeksi
  • Daerah tubuh yang lain juga mengalami ruam

Tips praktis untuk ruam popok:

  • Ganti popok sesering mungkin. Bayi sampai usia 3 bl bisa buang air kecil 12x / hr
  • Jika mungkin, lepaskan popok agar pantat bisa terkena udara & tetap kering. Baringkan bayi di atas kain / handuk + alas kedap air di bawahnya
  • Jika memakai popok kain, cuci & bilas sebersih mungkin untuk menghilangkan sisa deterjen,dll
  • Popok kain maka cuci dan bilas bersih agar sisa deterjen hilang
  • Popok kain + disinfektan harus bilas bersih
  • Celana / popok kedap air mencegah penguapan & ruam popok makin parah tapi hanya untuk waktu singkat
  • Setiap kali ganti popok, kulit harus benar-benar dibersihkan dengan air hangat & lap kain atau tisu basah lalu + losion (untuk cegah iritasi) jadi biarkan kering
  • Berikan Talk agar kulit kering, tp gumpalan talk pada kulit bisa mengiritasi maka harus dioles dg ‘saput’ bedak

12/12/2009

Headache

jenis headache:
  • Tension headache
  • Migrain
  • Cluster headache
Untuk membedakan antara masing-headache tersebut harus diperhatikan beberapa hal:
  • Usia, pada anak terutama berkaitan dengan luka atau trauma pada kepala, sedang pada lansia harus diperhatikan apakah menderita headachenya setelah jatuh atau tidak karena bila ada pendarahan perlahan pada subdural hemature maka arahnya ke stoke.
  • Frekuensi dan waktu dari gejala, yaitu bila memburuk di pagi hari dan membaik selama hari mungkin karena tekanan intracarnialnya meningkat maka harus dirujuk ke dokter. begitu juga bila frekuensi dan keparahan meningakt maka juga harus dirujuk ke dokter.
  • riwayat penyakit terdahulu , bila jenis dan lokasi nyeri tetap maka kemungkinan bukan penyakit serius, sedangkan bila migrain memang penyakit yang kambuhan.
  • Gejala lain, bila headache disertai gangguan keseimbangan dan gerakan canggung maka harus dirujuk ke dokter

Tension headache
merupakan jenis headache yang paling sering terjadi. Merupakan headache primer. Nyeri biasanya bersifat tumpul,terasa seperti ada yang terikat dikepala. Sering terjadi pada usia dewasa dan remaja.
Penyebab penyakit ini adalah kontraksi dari otot leher dan jangat kepala. Kontraksinya sendiri disebabkan stress, depresi, kecelakaan dikepala, cemas (anxiety), dan posisi yang buruk.
Penyebab lain meliputi eye strain (), kelelahan, alkohol, merokok, infeksi sinus, dan pilek.
Area nyeri pada tension headache bagian dasar skull, bagian atas leher, bagian atas kepala di atas mata.


Migraine
Migraine kadang-kadang berkaitan dengan mual dan muntah.Sebagian pasien merasa migrainenya membaik dengan berbaring di tempat yang gelap. Pasien yang mengalami migraine pertama di usia lebih dari 40 tahun harus dirujuk ke dokter karena umumnya terjadi pada usia kurang dari 40 tahun sehingga ditakutkan ada penyakit lain.
Ada 2 macam migraine:
  • classic migraine, yaitu migraine dengan aura sehingga maksudnya pasien merasa ada cahaya berkilat, photopsia atau garis zigzag (dinamakan fase prodormal). Selama fase prodormal pasien dapat mengalami kesemutan atau seperti mati rasa pada satu sisi tubuh bibir, jari, wajah atau tangan. Biasanya aura ini terjadi 4-60 menit, nyri dirasakan bersama atau setelah aura dalam 60 menit. terjadi secara unilateral (dikedua sisi kepala) terutama pada bagian atas dahi.
  • common migraine, yaitu migraine tanpa ada fase prodormal, nyeri terasa selama 4-72 jam diikuti sekurang-kurangnya 2 gejala, antara lain; berdenyut, nyeri dengan intensitas sedang sampai parah, nyeri memburuk dengan aktivitas, nyeri terasa unilateral, mual/muntah, fotofobia dan fonofobia.


Cluster Headache
merupakan sejumlah headache yang muncul setelah yang lain (susul menyusul). Dengan ciri-ciri nyeri yang biasanya terjadi selama 2-3 bulan, tiap episode nyeri dapat terjadi setengah sampai 3 jam, nyeri biasanya pada satu sisi kepala, mata, pipi atau pelipis, nyeri yang menyiksa dan sering membangunkan pasien dari tidur.
penyebabnya karena dilatasi pembuluh drah dan inflamasi dari saraf di belakang mata. Gejala lain yang sering menyertai karena rasa nyeri adalah mata dan hidung berair, hidung tersumbat pada sisi kepala yang terasa sakit. setipa nyeri headache yang berulang, menetap atau parah sebaiknya dirujuk ke dokter.


Terapi Headache
terapi oral analgesik untuk swamwdikasi headache oleh farmasis, antara lain: aspirin, prasetamol, ibuprofen.
kadar puncak dalam darah dari anlagesik dicapai 30 menit setelah digunakan .
maka waktu obat digunakan pada migraine harus sejak tanda pertama.
  • Aspirin mempunyai efek anlgeik, antipretik dan antiinflamasi jika dosis yang digunakan >4g/hari. Kontraindikasi pada anak-anak usia <16tahun,>
  • agar tidak mual atau muntah maka aspirin harus diberikan bersama atau setelah makan.
  • paracetamol, mempunyai efek analgesik dan antipiretik tapi sedikit ata tidak ada efek antiinflamasi. paracetamol juga dapat diberikan pada anak <>
  • ibuprofen, mempunyai efek analgesik, antipiretik dan antiinflamasi terutama jika diberikan dengan dosis > 4 g/ hari
Hal yang Harus Diketahui :
Pengobatan efektif, asal digunakan secara tepat

Kondisi infeksi ini lazim terjadi, tidak selalu akibat kurang menjaga kebersihan. Disebut infeksi kutu rambut, untuk mengganti istilah “perkembangbiakan kutu rambut” . Masa inkubasi kutu rambut : 7-10 hari. Usia : terutama 4-11 th, wanita lebih sering daripada pria. Pria dewasa jarang kena kutu rambut.

Tanda Infeksi Kutu Rambut:
  • Jika belum dipastikan oleh dokter / perawat maka farmasis harus cek. Insektisida tidak untuk pencegahan kutu rambut, justru dapat resisten.

Cara Memeriksa Infeksi:
  • Gunakan alas kertas putih & sisir bergigi rapat
  • Rambut lembab / basah agar tidak sakit & tidak ada gaya elektrostatis
  • Jika ada kutu jatuh di kertas.
  • ‘Cangkang’ kutu akan ditinggalkan saat kutu dewasa sehingga kekuningan & menempel pada rambut.
  • Bercak kehitaman di kerah baju & bantal berarti feses kutu
  • Rambut, leher dan belakang telinga harus dicek, karena disukai kutu (hangat & terlindung)
Cek rutin : 1x / minggu atau lebih sering pad aanak usia sekolah

Telur / kulit telur
Telur / bekas telur berwarna krem menempel kuat ke rambut belum tentu saat ini terinfeksi, kecuali jika kutu ditemukan. Tekankan bahwa telur tidak akan hilang dengan obat kutu saja. Agar efektif pakaikan sisir berigigi jarang, setelah diberi obat.


Rasa Gatal :
  • Tidak ada rasa gatal, belum tentu tidak terinfeksi.
  • Rasa gatal adalah reaksi alergi (tipe ‘tertunda’) akibat saliva kutu yg masuk ke kulit kepala setiap kali kutu menggigit.
  • Jika pernah terinfeksi, lalu infeksi lagi biasanya terasa gatal

RPD & Riwayat Obat
  • Pastikan apakah pernah terinfeksi & apa baru2 ini terkena. infeksi ulang bisa dari anggota keluarga / teman bermain
  • Tanyakan obat yang pernah digunakan & apakah efektif / ada kemungkinan gagal pengobatan
  • Non obat : ‘wet combing’ (dengan sisir rapat pada rambut basah / +kondisioner) disisir 30 menit, setiap 3-4 hari selama minimal 2 minggu ; teh herbal & aromaterapi tapi belum ada bukti efektivitas

Obat : malathion, permethrin & phenothrin ? OTC, sedangkan carbaryl harus dengan resep dokter

Coba salah satu obat, jika gagal maka ganti obat lain.

Seluruh keluarga harus diobati (50-55 ml / org)

Pemilihan bentuk sediaan : berdasarkan kadar insektisida & lama bersentuhan dengan kulit kepala

Shampoo harus dibilas & diulangi, lalu di+ krim pembilas (biarkan 10 mnt) / foam (30 mnt)

Losion aqueous vs alcoholic :
Alcoholic lotion berguna, tp terasa ‘menyengat’ pd bayi & kulit kepala yg luka dan hindarkan pd pasien asma.

EBM : aqueous lotion > krim pembilas > shampoo

Malathion & Carbaryl :
Losion : digosok rata pada kulit kepala + rambut yg kering (tu leher & belakang telinga) , lalu disisir. Rambut tebal perlu > 50-55 ml. Biarkan kering alami (tdk boleh dibilas selama 12 jam), ulangi 7 hr kmdn. Jika pakai alcoholic lotion ? jauhi api

Shampoo jarang digunakan. Keramasi rambut, bilas, ulang 1x lagi & diamkan shampoo selama 5 menit lalu bilas dengan air hangat. Ulangi pemberiannya 2x lagi, setiap 3-4 hari (total 3x pemberian)

Permethrin & Phenothrin
Losion permethrin : krim pembilas mgd 20% alkohol. Rambut dikeramas, bilas & keringkan dg handuk lalu krim pembilas dioles rata di kulit kepala & rambut, biarkan 10 menit, baru dibilas. Efek residunya bertahan hingga 6 minggu. Permethrin tdk hilang oleh chlorine kolam renang

Phenothrin :aqueous / alcoholic lotion dan foam (mousse alcoholic base). Losion dipercikkan merata ke rambut yg kering dan digosok pelan, biarkan kering alami. Losion mgd air dibiarkan 12 jam / semalam, yg mgd alkohol ? dikeramasi stlh 2 jam & untuk foam, dikeramasi setelah 30 menit. Phenothrin tidak hilang oleh chlorine kolam renang

Menghilangkan telur & bekas telur :
terbaik disisir (bergigi rapat) stlh keramas (rambut basah)

Efek Residu :
Ada efek residu pd losion, kadar berbeda tiap org. Carbaryl & malathion harus dibiarkan selama bbrp jam ? muncul efek residu ut bbrp minggu. Tapi inaktif dg chlorine & panas oleh hair dryer

Gagal Pengobatan :
Pengobatan awal mungkin kutu tidak mati, juga karena resistensi (30% kasus)

11/23/2009

Diare (Diarrhea)

Diare : peningkatan frekuensi BAB (lebih sering dari pola normal) & disertai konsistensi feses lunak / cair

Dasar Terapi
Pengganti cairan dan elektrolit. Anti diare hanya untuk dewasa dan anak remaja

Jenis Diare
  • akut (kurang dr 14 hr) timbul tiba-tiba dan frekuensi BAB sering, bisa disertai nyeri perut, flatus, lemah bahkan sampai lemas. Kadang mual, muntah atau panas.
  • kronis (lebih dr 3 minggu)
Penyebab Diare Akut
  • Infeksi virus
  • Infeksi bakteri menyebabkan food poisoning
  • Infeksi parasit
  • Obat

Hal yang perlu diperhatikan
  • Bayi <>
  • Tingkat keparahan : tergantung konsistensi dan frekuensi BAB; lansia sering salah paham
  • Diare sering akut dan self-limitting
  • Riwayat Penyakit terDahulu : apakah pernah diare kronis ?Irritable Bowel Syndrome (IBS), Crohn’s disease, ulcerative colitis maka Rujuk ke dokter
  • Rujuk jika : darah, lendir, muntah berat, panas tinggi

VIRUS
Virus penyebab yang utama. via respiratory tract (rotavirus).
Gejala : batuk, pilek, mual, muntah, tiba2 diare (tidak berat). Fase akut 2-3 hr. Setelahnya diare mungkin masih tersisa. Pada lingkungan buruk rotavirus bisa sebabkan kematian.

BAKTERI
Food-borne infection = food poisoning
Diare dan/ muntah cukup berat, dg/tanpa nyeri perut, bisa sembuh sendiri
Campylobacter & Salmonella (cemaran unggas, daging, telur maka harus diperhatikan cara simpan dan masak, E.coli, Staphylococcus, Shigella, Bacillus cereus

AB : Ciprofloxacin utk infeksi Shigella, Salmonella /Campylobacter saja'

Penyebab Lain Pada Diare
Obat penyebab diare :
  • Antasida : Mg
  • Antibiotik
  • AH : guanethidine, methyldop
  • Digoxin (intoksikasi)
  • Diuretik : furosemid
  • Misoprostol
  • NSAIDs
  • SSRIs
Diare Kronis
  • Irritable Bowel Syndrome
  • Inflammatory Bowel Disease (IBD) : Crohn’s disease, ulcerative colitis
  • Cancer colon
  • Tidak mampu mencerna & mengabsorpsi makanan (coeliac disease)
Penatalaksanaan diare
  • Oral Rehydration Therapy untuk cegah dehidrasi, terutama pada anak dan lansia
  • Loperamide : tidak untuk anak <>
  • Kaolin / pectin : absorpsi air dr GIT & absorpsi toxin & bakteri pd lumen usus, lalu mengeluarkannya dr GIT. Pd anak belia ? obstruksi saluran cerna
  • Opioid analgesic : ESO konstipasi
  • Oral Rehidration Therapy *) Pakailah Oralit yg siap pakai, bukan membuat sendiri agar komposisi tepat

Tips praktis
  • Pasien diare disarankan minum selain susu
  • Boleh dianjurkan menghindari makanan padat selama 24 jam. ASI / PASI harus tetap diberikan pada bayi, terutama yg undernourish ? utamakan kesehatan. Kadang dokter menghentikan asupan susu tapi tidak selalu.
  • PASI dihentikan, jika diduga karena enzim saluran cerna tidak bekerja dengan baik terutama pada fase akut diare atau karena tidak cocok dengan PASI (susu sapi) karena lactose intolerance

Saat Untuk merujuk ke Dokter
  • Diare yg diderita > 1 hari pd anak <> 2 hr pd anak 1-3 thn dan lansia; > 3 hr pd anak > 3 thn dan dewasa
  • Disertai muntah berat dan panas
  • Baru kembali dari perjalanan ke LN
  • Dicurigai ESO
  • Riwayat perubahan pola BAB
  • Terdapat darah & lendir di feses
Jangka waktu pengobatan :
  • 1 hari pada anak-anak, 2 hari pada selain anak
Heartburn adalah iritasi mukosa esofagus yang disebabkan oleh reflux (alir balik) asam dari lambung. Umumnya usia > 55 th, bisa dewasa muda & bumil (ibu hamil). Anak-anak dengan gejala heartburn maka rujuklah ke dokter.

Gejala :
  • nyeri atau panas sepertt terbakar dari bagian tengah tubuh (epigastrium) ke arah atas yang dirasakan di balik tulang dada (retrosternum), atau sampai terasa asam di rongga mulut.
  • Dysphagia (sulit menelan) : gejala serius ! yaitu rasa tidak nyaman saat menelan karena esofagitis sehingga makanan terasa ‘masih menempel’ saat ditelan dan tidak langsung masuk ke lambung ini dimungkinkan obstruksi esofagus akibat tumor.

Penyebab Heartburn
  • Dietary habits : cokelat, pedas, bawang merah & putih, lemak tinggi, tomat, jus jeruk, alkohol, kafein, minuman soda, makan sebelum tidur
  • Lifestyle habits : overweight, merokok, pakaian / ikat pinggang ketat, stres, berbaring setelah makan
  • Karena Obat: NSAIDs, Antikolinergik (TCA, fenotiazin), Teofilin, aminofilin, Ca channel blockers, Nitrat (terutama nifedipin).
  • Bumil : ½ dari bumil, terutama usia > 30 th, di akhir kehamilan, akibat tekanan di rongga perut meningkat dan LES menurun akibat hormon progesterone.

Hal penting:
  • Heartburn makin parah bila sehabis makan banyak, berbaring atau bersandar ke belakang, pada overweight (kegemukan), gelegekan, makan terlalu cepat.
  • Nyeri berat : nyeri yg tiba2 dan berat, menjalar ke punggung atau lengan sulit dibedakan dari serangan jantung maka rujuk ke dokter. Sebaliknya, pasien penyakit jantung bisa esofagitis.
  • Regurgitasi (gumoh) : makanan di esofagus terhambat masuk ke lambung, sehingga alir balik ke mulut. Biasanya krn esofagus tersumbat secara mekanis akibat kanker (esofagus menyempit akibat kontak lama dengan asam lambung maka terapinya dilatasi dg endoskopi.

Terapi Heartburn
  • Antasida : mengontrol gejala heartburn & reflux seperti alginate. Sediaan tinggi Na waspada pada pasien CHF, Ginjal, Liver.
  • Alginate : melapisi permukaan lambung & mencegah reflux. Hati2 : kadang mgd Nabic (sebagai antasida + melepas CO2 di lambung) maka alternatifnya berikan K bicarbonate.
  • H2 blocker (cimetidine, famotidine, ranitidine) : terapi jangka pendek (max 2 minggu) untuk dyspepsia, heartburn & hiperacidity. Jika makanan memicu heartburn berikan 1 jam sblm makan.

PPI (omeprazole, lanzoprazole) : paling efektif untuk heartburn , tetapi perlu waktu 1 hari sebelum berefek maka sebaiknya berikan juga antasida.

Lama Pengobatan 1 mgg dg obat OTC

Rujuk ke dokter bila:
  • Nyeri yg menjalar ke bahu / lengan
  • Sulit menelan
  • Regurgitasi (gumoh / alir balik dari esofagus)
  • Lama diderita tidak kunjung sembuh
  • Meningkat keparahan penyakitnya
  • Anak-anak
  • Gagal Pengobatan (mungkin peny jantung iskemik, batu empedu)

by Anita P Rahman

11/15/2009

Scabies

Gejala scabies:
  • Menyerang segala usia, puncak : 15-20 th
  • Gatal sekali
  • Memburuk pada malam hari
  • Kulit terkelupas / luka akibat reaksi alergi akibat eksudat & ‘jaket pelindung’ kutu
  • Sarang kutu dalam kulit (5-10mm), terutama di sela jari, pergelangan tangan, ketiak, pantat dan genitalia.
  • Timbul kemerahan didaerah kutu bersarang.
  • Orang dewasa : jarang di muka/kepala/leher, tapi pada anak di seluruh tubuh

Pada pasien immunocompromised atau Pasien yang kurang gerak (mis: lansia) maka kulit yang terkena akan menebal dan berkerak, sehingga kutu aman di bawahnya. Kita harus berhati-hati karena dapat menular bila kita kontak dengan pasien.

Riwayat Penyakit :
  • Inkubasi kutu sekitar 3 minggu
  • Rasa gatal timbul 6-8 minggu pada orang yang belum pernah terkena.
  • Kutu berpindah saat bersentuhan dengan orang lain.

Saat Merujuk ke Dokter
  • Kulit mengalami infeksi. Tanda Infeksi yaitu apabila terjadi garukan dan kulit terkelupas. Pada infeksi sekunder mirip impetigo.
  • Jika kerak / eksudat cair kekuningan.
  • Pada bayi dan anak
  • Pengobatan gagal
  • Diagnosis tidak jelas / tidak dapat memastikan penyakit

Pengobatan scabies
Bukti penelitian pengobatan scabies sangat sedikit

Krim Permethrin efektif dan malathion digunakan jika tidak tersedia permethrin, atau kombinasi keduanya dengan jarak 7 hari.

Malathion : efektif pada scabies dan kutu rambut. Larutan air untuk scabies (100ml ut org dewasa), biarkan 24 jam, lalu bilas.Dapat menyebabkan iritasi kulit !!! (maka pada bayi <6 bln, tidak boleh)

Permethrin 30-60 g krim untuk orang dewasa, biarkan 8-12jam, lalu bilas. Usia <2> 70 tahun harus diawasi. ESO : gatal dan merah

Benzyl benzoate kadar 25%, tingkat keberhasilan 50% tapi sering resisten. ESO: iritasi, rasa menyengat dan terbakar. KontraIndikasi : anak, bayi, kulit luka / terkelupas. Olesi seluruh tubuh kecuali muka, biarkan kering, 24 jam kemudian olesi lagi tanpa dibilas

Tips Praktis:
  • Rasa gatal mungkin makin parah beberapa hari setelah diobati. Jadi tidak perlu khawatir.
  • Berikan Krim Crotamiton jika kulit tidak terlalu luka.
  • Berikan Promethazine oral, jika sangat gatal.
  • Obati sblm tidur, biarkan mengering.
  • Oleskan seluruh tubuh, pada org dewasa kecuali wajah, leher & kulit kepala.
  • Jangan cuci tangan, jika scabies pada tangan/jari setelah diolesi obat.
  • Oleskan obat pada kulit yang dingin dan kering.
  • Bila obat berbentuk Losion maka oleskan dengan kuas atau kapas.
  • Mandi air hangat sblm olesi obat.
  • Seluruh keluarga harus diobati, bisa kambuh kembali karena masa inkubasi 3 minggu.
  • Sumber kutu kemungkinan dari kutu hewan peliharaan atau tungau (kutu debu). Jika diobati, 2 minggu kemudian ulangi pengobatan

Daftar Pustaka
Blenkinsopp, A., Paxton, P., Blenkinsopp, J. (2005) Symptoms in The Pharmacy – A Guide to the Management of Common Illness. 5th ed, Oxford : Blackwell Publishing Ltd

by Anita P Rahman

Threadworm (Enterobius vermicularis) lazim diderita anak, terutama usia sekolah. Dalam Hal ini tugas seorang Farmasis adalah memberikan terapi OTC serta memberikan saran tentg kebersihan

Tanda Infeksi Cacing :
  • Anak menggaruk pantat, akibat reaksi alergi terhadap bahan telur cacing dan lendirnya yang diletakkan sekeliling anus (perianal)
  • Rasa gatal terutama malam hari, saat cacing betina keluar dari anus dan meletakkan telurnya. Telur dilekatkan dengan cairan lengket ke kulit anus.
  • Garukan dapat menyebabkan infeksi sekunder bakteri. Jika kulit perianal luka dan ada cairan atau nanah, maka segeralah rujuk ke Dokter.
  • Lesu dan lelah akibat kurang tidur
  • Gatal tanpa kelihatan cacing mungkin karena sebab lain (dermatitis alergi / iritan, scabies, infeksi jamur)
  • Diare dan gatal pada vagina

Hal-hal yang harus diperhatikan:
1. Munculnya Cacing
Cacing di feses seperti benang putih / krem dengan panjang 10 mm, lebar 0,5 mm. Cacing jantan lebih sedikit daripada cacing betina. Bisa hidup sebentar di luar tubuh.
2. Lamanya Diderita
Berapa lama diderita dan pengobatan yang sudah dicoba.
3. Wisata ke LN
Jika dicurigai infeksi selain cacing kremi maka rujuk ke dokter. Jika baru-baru ini wisata ke LuarNegri, ceritakan ke dokter awal infeksi, gatal dan cacing di feses belum tentu ada.
4. Periksa anggota keluarga dengan gejala sama.
5. Riwayat Pengobatan
Obat yang pernah dicoba, efektivitas dan cara pakainya apakah sudah benar?untuk melihat apakah gagal pengobatan disebabkan salah cara memakai obat.

Terapi Infeksi Cacing Kremi :
Pastikan cara dan saat memakai obat sudah tepat atau belum, serta harus tahu pencegahannya. Menurut WHO :
  • Anjuran obat anti nematode (infeksi cacing Enterobiasis, Ascariasis, Trichuriasis, Hookworm): Mebendazole, Albendazole, Pyrantel, Levamisole.
  • Program “mass treatment” Mebendazole DOC infeksi cacing kremi (Enterobiasis). Efektif juga untuk Ascariasis, Trichuriasis, Hookworm, Visceral larva migrans, Intestinal capillariasis. Kurang efektif untuk infeksi cacing pita (Taeniasis) Dosis tunggal untuk anak usia 2 th – dewasa.
  • Infeksi kambuhan sering terjadi maka dosis kedua 2-3 minggu. Hati-hati dengan efek samping obat (ESO) : kadang2 diare & nyeri perut.
  • Piperazine tidak dianjurkan pada wanita hamil. Cara kerja : melumpuhkan cacing di usus. Piperazine + laksatif agar cacing dapat keluar bersama feses. Dosis pertama diberikan, lalu 2 minggu kemudian dosis kedua, untuk membasmi telur yg sdh menetas ESO : kadang2 mual, muntah, diare & colic.
Saran dan Tips:
  • Potong pendek kuku agar tidak ada telur di bawahnya.
  • Jari harus disikat bersih setelah ke WC & sebelum memegang makanan. Telur dapat bertahan 1 minggu sebelum masuk tubuh.
  • Pakaikan piyama + CD saat tidur agar tidak digaruk.
  • Seluruh keluarga harus mandi setiap pagi.
  • Infeksi cacing = kurang kebersihan. dan yakinlah bahwa infeksi cacing lazim terjadi.
  • Seluruh keluarga harus diobati, walaupun hanya 1 orang yg menunjukkan adanya cacing
Daftar Pustaka
Blenkinsopp, A., Paxton, P., Blenkinsopp, J. (2005) Symptoms in The Pharmacy – A Guide to the Management of Common Illness. 5th ed, Oxford : Blackwell Publishing Ltd
Drug Ther Perspect 11(1):9-13, 1998 Adis International Limited
http://www.medscape.com

by.Anita P Rahman
Abu Ar-Rayhan Al-Biruni (973 M – 1051 M)
Al-Biruni mengenyam pendidikan di Khwarizm. Beragam ilmu pengetahuan dikuasainya, seperti astronomi, matematika, filsafat dan ilmu alam. Ia memulai melakukan eksperimen ilmiah sejak remaja. Ilmuwan Muslim yang hidup di zaman keemasan Dinasti Samaniyaah dan Ghaznawiyyah itu turut memberi kontribusi yang sangat penting dalam farmasi. Melalui kitab As-Sydanah fit-Tibb, Al-Biruni mengupas secara lugas dan jelas mengenai seluk-beluk ilmu farmasi. Kitab penting bagi perkembangan farmasi itu diselesaikannya pada tahun 1050 M – setahun sebelum Al-Biruni tutup usia. Dalam kitab itu, Al-Biruni tak hanya mengupas dasar-dasar farmasi, namun juga meneguhkan peran farmasi serta tugas dan fungsi yang diemban seorang farmasis.


Ibnu Al-Baitar
Lewat risalahnya yang berjudul Al-Jami fi Al-Tibb (Kumpulan Makanan dan Obat-obatan yang Sederhana), Ibnu Al-Baitar turut memberi kontribusi dalam dunia farmasi. Dalam kitabnya itu, Al-Baitar mengupas beragam tumbuhan berkhasiat obat yang berhasil dikumpulkannya di sepanjang pantai Mediterania antara Spanyol dan Suriah. Tak kurang dari seribu tanaman obat dipaparkannya dalam kitab itu. Seribu lebih tanaman obat yang ditemukannya pada abad ke-13 M itu berbeda dengan tanaman yang telah ditemukan ratusan ilmuwan sebelumnya. Tak heran bila kemudian Al-Jami fi Al-Tibb menjadi teks berbahasa Arab terbaik yang berkaitan dengan botani pengobatan. Capaian yang berhasil ditorehkan Al-Baitar sungguh mampu melampaui prestasi Dioscorides. Kitabnya masih tetap digunakan sampai masa Renaisans di Eropa.

Sabur Ibnu Sahl (wafat 869 M)
Ibnu Sahl adalah dokter pertama yang mempelopori pharmacopoeia. Kontribusinya dalam bidang farmakologi dan farmasi juga terbilang amat besar. Dia menjelaskan beragam jenis obat-obatan. Sumbangannya untuk pengembangan farmakologi dan farmasi dituangkannya dalam kitab Al-Aqrabadhin.

Abu Hasan ‘Ali bin Sahl Rabban at- Tabari
At-Tabari lahir pada tahun 808 M. Pada usia 30 tahun, dia dipanggil oleh Khalifah Al-Mu’tasim ke Samarra untuk menjadi dokter istana. Salah satu sumbangan At-Tabari dalam bidang farmakologi adalah dengan menulis sejumlah kitab. Salah satunya yang terkenal adalah Paradise of Wisdom. Dalam kitab ini dibahas mengenai pengobatan menggunakan binatang dan organ-organ burung. Dia juga memperkenalkan sejumlah obat serta cara pembuatannya.
Abu Ja’far Al-Ghafiqi
Ilmuwan Muslim yang satu ini juga turut memberi kontribusi dalam pengembangan farmakologi dan farmasi. Sumbangan Al-Ghafiqi untuk memajukan ilmu tentang komposisi, dosis, meracik dan menyimpan obat-obatan dituliskannya dalam kitab Al-Jami’ Al-Adwiyyah Al-Mufradah. Risalah itu memaparkan tentang pendekatan dalam metodelogi, eksperimen, serta observasi dalam farmakologi dan farmasi.

Ibnu Sina
Dalam kitabnya yang fenomenal, Canon of Medicine, Ibnu Sina juga mengupas tentang farmasi. Ia menjelaskan lebih kurang 700 cara pembuatan obat dengan kegunaannya. Ibnu Sina menguraikan tentang obat-obatan yang sederhana.

Al-Zahrawi
Bapak ilmu bedah modern ini juga ikut andil dalam membesarkan farmasi. Dia adalah perintis pembuatan obat dengan cara sublimasi dan destilasi.
10/07/2009

Dandruff (Ketombe)

Ketombe merupakan gangguan kulit kepala yang kronis dan sering kambuh, tapi dapat hilang jika diobati dan timbul kembali saat obat dihentikan. Diperkirakan muncul pada 1 dari 2 orang di usia 20-30 tahun, serta 4 dari 10 orang usia 30-40 tahun.ketombe merupakan bentuk ringan dari seborrhoeic dermatitis ( akibat ragi Malassezia furfur ). Penyakit ringan dan hanya dikulit kepala. Garukan menyebabkan kulit terkelupas, radang dan bisa infeksi. Jika sangat radang dan tanda infeksi (mengeras atau mengeluarkan nanah) maka rujuk ke dokter.
Gejala Ketombe: kerak putih abu-abu pada kulit kepala yang berlebihan dan terasa gatal. Pergantian sel epidermis kulit kepala 2x lebih cepat dari normal.
Karena kronis dan berulang maka ada riwayat penyakit dengan gejala berfluktuasi. Juga tergantung musim, umunya membaik saat musim panas karena banyak cahaya UVB. M.furfur tidak terpengaruh UVA dari sinar matahari.
Faktor yang mempengaruhi:

  • Pewarnaan dan pengeritingan
  • Kurang bersih saat membilas (keramas) dapat mengiritasi kulit kepala dan terasa gatal
  • Obat

Pengobatan ketombe:
Obat ketombe digunakan di kulit kepala dan dibiarkan selama 3-5menit. Ketombe harus sudah membaik setelah 12 minggu pengobatan.

  1. Ketokonazole, terdapat bukti keefektifannya sebagai antifungi pada ketombe. Biasanya berupa shampo 2%. Terapi 2x/minggu selama 2-4minggu, lalu 1x/minggu atau tiap 4hari sekali untuk mencegah kekambuhan. Dapat juga digunakan untuk mengobati seborrhoeic dermatitis sebagai shampo dan dioles dibagian tubuh yang lain. Ketokonazole tidak diabsorpsi ke kulit kepala sehingga jarang menimbulkan alergi atau efek samping.
  2. Selenium sulphide, yang efektif adalah yang 2,5% dengan mekanisme kerja menurunkan laju turn over sel. Terapinya dengan shampo dipakai 2x/minggu selama 2minggu, lalu 1x/minggu selama 2minggu, kemudian bila perlu. Pemakaian selenium harus dibilas bersih, jika tidak maka warna rambut akan pirang, abu-abu, atau pengecatan rambut akan memudar maka harus dihindari dalam 48jam setelah pengecatan atau pengeritingan. Bila sering dipakai dapat menyebabkan kulit kepala berminyak dan tidak boleh dipakai pada kulit yang luka atau radang.
  3. Zn Pyrithione, shampo Zn pyrithione efektif sebagai antiketombe dengan efek sitostatik. Digunakan 2x/minggu selama 2minggu lalu bila perlu 1x/minggu.
  4. Coal Tar paling tidak efektif sebagai antiketombe. Berbau kurang enak, menyebabkan sensitisasi kulit dan fotosensitivitas.

Tips Praktis:

  • Perawatan berkelanjutan, karena ketome tidak akan sembuh sempurna dan bila perlu harus tetap diobati untuk mencegah kekambuhan.
  • Kulit kepala yang harus dirawat bukan rambutnya. Olesi, pijat dan biarkan 3-5menit
  • Belum jelas apakah ketombe disebabkan kurang sering keramas. Umumnya keramas 3x/minggu cukup untuk mengatasi ketombe. Dapat diseling antara shampo normal dengan shampo obat.
  • Gel, mousse dan hairspray tidak mengganggu pengobatan

Sejak masa Hipocrates (460-370 SM) yang dikenal sebagai “Bapak Ilmu Kedokteran”, belum dikenal adanya profesi Farmasi. Seorang dokter yang mendignosis penyakit, juga sekaligus merupakan seorang “Apoteker” yang menyiapkan obat. Semakin lama masalah penyediaan obat semakin rumit, baik formula maupun pembuatannya, sehingga dibutuhkan adanya suatu keahlian tersendiri. Pada tahun 1240 M, Raja Jerman Frederick II memerintahkan pemisahan secara resmi antara Farmasi dan Kedokteran dalam dekritnya yang terkenal “Two Silices”. Dari sejarah ini, satu hal yang perlu direnungkan adalah bahwa akar ilmu farmasi dan ilmu kedokteran adalah sama.

Dampak revolusi industri merambah dunia farmasi dengan timbulnya industri-industri obat, sehingga terpisahlah kegiatan farmasi di bidang industri obat dan di bidang “penyedia/peracik” obat (apotek). Dalam hal ini keahlian kefarmasian jauh lebih dibutuhkan di sebuah industri farmasi dari pada apotek. Dapat dikatakan bahwa farmasi identik dengan teknologi pembuatan obat.

Pendidikan farmasi berkembang seiring dengan pola perkembangan teknologi agar mampu menghasilkan produk obat yang memenuhi persyaratan dan sesuai dengan kebutuhan. Kurikulum pendidikan bidang farmasi disusun lebih ke arah teknologi pembuatan obat untuk menunjang keberhasilan para anak didiknya dalam melaksanakan tugas profesinya.

Dilihat dari sisi pendidikan Farmasi, di Indonesia mayoritas farmasi belum merupakan bidang tersendiri melainkan termasuk dalam bidang MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) yang merupakan kelompok ilmu murni (basic science) sehingga lulusan S1-nya pun bukan disebut Sarjana Farmasi melainkan Sarjana Sains.

Departemen Tenaga Kerja Republik Indonesia (1997) dalam “informasi jabatan untuk standar kompetensi kerja” menyebutkan jabatan Ahli Teknik Kimia Farmasi, (yang tergolong sektor kesehatan) bagi jabatan yang berhubungan erat dengan obat-obatan, dengan persyaratan : pendidikan Sarjana Teknik Farmasi.

Buku Pharmaceutical handbook menyatakan bahwa farmasi merupakan bidang yang menyangkut semua aspek obat, meliputi : isolasi/sintesis, pembuatan, pengendalian, distribusi dan penggunaan.

Silverman dan Lee (1974) dalam bukunya, “Pills, Profits and Politics”, menyatakan bahwa :

  1. Pharmacist lah yang memegang peranan penting dalam membantu dokter menuliskan resep rasional. Membanu melihat bahwa obat yang tepat, pada waktu yang tepat, dalam jumlah yang benar, membuat pasien tahu mengenai “bagaimana,kapan,mengapa” penggunaan obat baik dengan atau tanpa resep dokter.
  2. Pharmacist lah yang sangat handal dan terlatih serta pakart dalam hal produk/produksi obat yang memiliki kesempatan yang paling besar untuk mengikuti perkembangan terakhir dalam bidang obat, yang dapat melayani baik dokter maupun pasien, sebagai “penasehat” yang berpengalaman.
  3. Pharmacist lah yang meupakan posisi kunci dalam mencegah penggunaan obat yang salah, penyalahgunaan obat dan penulisan resep yang irrasional.

Sedangkan Herfindal dalam bukunya “Clinical Pharmacy and Therapeutics” (1992) menyatakan bahwa Pharmacist harus memberikan “Therapeutic Judgement” dari pada hanya sebagai sumber informasi obat.

Melihat hal-hal di atas, maka nampak adanya suatu kesimpangsiuran tentang posisi farmasi. Dimana sebenarnya letak farmasi ? di jajaran teknologi, Ilmu murni, Ilmu kedokteran atau berdiri sendiri ? kebingungan dalam hal posisi farmasi akan membingungkan para penyelenggara pendidikan farmasi, kurikulum semacam apa yang harus disajikan ; para mahasiswa bingung menyerap materi yang semakin hari semakin “segunung” ; dan yang terbingung adalah lulusannya (yang masih “baru”), yang merasa tidak “menguasai “ apapun.

Di Inggris, sejak tahun 1962, dimulai suatu era baru dalam pendidikan farmasi, karena pendidikan farmasi yang semula menjadi bagian dari MIPA, berubah menjadi suatu bidang yang berdiri sendiri secara utuh.rofesi farmasi berkembang ke arah “patient oriented”, memuculkan berkembangnya Ward Pharmacy (farmasi bangsal) atau Clinical Pharmacy (Farmasi klinik).

Di USA telah disadari sejak tahun 1963 bahwa masyarakat dan profesional lain memerlukan informasi obat tang seharusnya datang dari para apoteker. Temuan tahun 1975 mengungkapkan pernyataan para dokter bahwa apoteker merupakan informasi obat yang “parah”, tidak mampu memenuhi kebutuhan para dokter akan informasi obat Apoteker yang berkualits dinilai amat jarang/langka, bahkan dikatakan bahwa dibandingkan dengan apotekeer, medical representatif dari industri farmasi justru lebih merupakan sumber informasi obat bagi para dokter.

Perkembangan terakhir adalah timbulnya konsep “Pharmaceutical Care” yang membawa para praktisi maupun para “profesor” ke arah “wilayah” pasien.

Secara global terlihat perubahan arus positif farmasi menuju ke arah akarnya semula yaitu sebagai mitra dokter dalam pelayanan pada pasien. Apoteker diharapkan setidak-tidaknya mampu menjadi sumber informasi obat baik bagi masyarakat maupun profesi kesehatan lain baik di rumah sakit, di apotek atau dimanapun apoteker berada.

Sumber Pustaka :

  1. Ansel, H. C., 1985, Introduction to Pharmaceutical Dosage Forms, Ed 4, Lea & Febiger, Philadelphia USA.
  2. Herfindal, E. T., 1992, Clinical Pharmacy and Therapeutics, Ed 5, Williams & Wikins, Philadelphia USA.
  3. Gennaro, A. R., 1995, Rhemington’s Pharmaceutical Sciences, Ed 19, Mack Publishing Comp, Easton Pensylvania, USA
  4. Feldman, E. G., 1990, Handbook of Non Prescription Drugs, Ed 9, APHA, USA
  5. Wade, A., 1980, Pharmaceutical Handbook, Ed 19, The Pharmaceutical Society of Great Britain, The Pharmaceutical Press, London.
Beliau adalah anak seorang ahli farmasi (dikenal sebagai apoteker). Beliau terkenal melalui penulisannya dalam bahasa Arab tentang materia medica dan perawatan. Salah satunya berjudul al-Mushajjar al-Kabir yang menjelaskan tentang penyakit serta obat-obatannya dan juga makanan yang berkaitan. Malah beliau menyatakan bahwa para dokter yang bisa menyembuhkan penyakit hanya melalui makanan tanpa penggunaan obat adalah yang paling berjaya dan beruntung. Masawayh pernah mempolerkan penggunaan beberapa tumbuhan terkenal untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh terhadap penyakit. Beliau menyeru para dokter menggunakan satu obat untuk satu penyakit berdasar prinsip empirik dan analogi.

Bahan yang banyak digunakan dalam terapi pengobatan Arab adalah kamfor. Menurut Masawayh bahan ini berasal dari China dan dibawa ke Tanah Arab melalui perdagangan dengan India dan Parsi. Menurut beliau, sandalwood yaitu bahan yang digunakan untuk menghasilkan minyak wangi, sama ada jenis kuning, putih atau merah juga datang dari India. Bahan-bahan seperti ini digunakan dalam sediaan farmasi Islam pada abad ke-8 (atau lebih awal lagi) dan melaluinya istilah farmasi terbentuk dalam Islam. Misalnya, kata-kata seperti al-Saydanani ataupun al-Saydalani yang berarti dia yang menjual atau yang berkaitan dengan saldalwood, perkataan saydanah pula bermaksud farmasi. Satu lagi penulisannya adalah berkaitan dengan bahan aromatik termasuk sifat-sifat fisika dan farmakologinya serta cara-cara untuk menentukan kemanfaatannya.

Pada masa itu, Masawayh dikenal sebagai doktor kepada beberapa khalifah, di ibukota Abbasiah selama hampir empat dekade. Beliau juga merupakan dokter Islam yang pertama mendirikan rumah sakit swasta di arab.
Farmasi adalah suatu profesi yang berkaitan dengan kesehatan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan kesehatan dan kimia. Ruang lingkup farmasi termasuk beberapa peran tradisional seperti menggabungkan dan membagikan obat-obatan untuk para dokter, juga termasuk peran modern seperti perawatan pasien, termasuk juga layanan-layanan klinis, meninjau obat-obatan untuk keamanan dan keifisienan, dan menyediakan informasi mengenai obat-obatan.

Ada bermacam-macam keahlian-keahlian dalam latihan farmasi. Spesialisasi dalam farmasi biasanya tergantung berdasarkan tempat latihan dan peran latihan tersebut termasuk komunitas, rumah sakit, farmasi klinik, wakil dokter, informasi obat, apotik, dan sebagainya....
9/12/2009

Farmasi

Farmasi (Inggris: pharmacy, Yunani: pharmacon, yang berarti: obat) merupakan salah satu bidang profesional kesehatan yang merupakan kombinasi dari ilmu kesehatan dan ilmu kimia, yang mempunyai tanggung-jawab memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan obat. Ruang lingkup dari praktik farmasi termasuk praktik farmasi tradisional seperti peracikan dan penyediaan sediaan obat, serta pelayanan farmasi modern yang berhubungan dengan layanan terhadap pasien (patient care) di antaranya layanan klinik, evaluasi efikasi dan keamanan penggunaan obat, dan penyediaan informasi obat. Kata farmasi berasal dari kata farma (pharma). Farma merupakan istilah yang dipakai di tahun 1400 - 1600an.

Institusi farmasi Eropa pertama kali berdiri di Trier, Jerman, pada tahun 1241 dan tetap eksis sampai dengan sekarang.

Farmasis (apoteker) merupakan gelar profesional dengan keahlian di bidang farmasi. Farmasis biasa bertugas di institusi-institusi baik pemerintahan maupun swasta seperti badan pengawas obat/makanan, rumah sakit, industri farmasi, industri obat tradisional, apotek, dan di berbagai sarana kesehatan.

 
Fun Fun Pharmacy © 2009. Template Design By: rzneema