11/23/2009

Diare (Diarrhea)

Diare : peningkatan frekuensi BAB (lebih sering dari pola normal) & disertai konsistensi feses lunak / cair

Dasar Terapi
Pengganti cairan dan elektrolit. Anti diare hanya untuk dewasa dan anak remaja

Jenis Diare
  • akut (kurang dr 14 hr) timbul tiba-tiba dan frekuensi BAB sering, bisa disertai nyeri perut, flatus, lemah bahkan sampai lemas. Kadang mual, muntah atau panas.
  • kronis (lebih dr 3 minggu)
Penyebab Diare Akut
  • Infeksi virus
  • Infeksi bakteri menyebabkan food poisoning
  • Infeksi parasit
  • Obat

Hal yang perlu diperhatikan
  • Bayi <>
  • Tingkat keparahan : tergantung konsistensi dan frekuensi BAB; lansia sering salah paham
  • Diare sering akut dan self-limitting
  • Riwayat Penyakit terDahulu : apakah pernah diare kronis ?Irritable Bowel Syndrome (IBS), Crohn’s disease, ulcerative colitis maka Rujuk ke dokter
  • Rujuk jika : darah, lendir, muntah berat, panas tinggi

VIRUS
Virus penyebab yang utama. via respiratory tract (rotavirus).
Gejala : batuk, pilek, mual, muntah, tiba2 diare (tidak berat). Fase akut 2-3 hr. Setelahnya diare mungkin masih tersisa. Pada lingkungan buruk rotavirus bisa sebabkan kematian.

BAKTERI
Food-borne infection = food poisoning
Diare dan/ muntah cukup berat, dg/tanpa nyeri perut, bisa sembuh sendiri
Campylobacter & Salmonella (cemaran unggas, daging, telur maka harus diperhatikan cara simpan dan masak, E.coli, Staphylococcus, Shigella, Bacillus cereus

AB : Ciprofloxacin utk infeksi Shigella, Salmonella /Campylobacter saja'

Penyebab Lain Pada Diare
Obat penyebab diare :
  • Antasida : Mg
  • Antibiotik
  • AH : guanethidine, methyldop
  • Digoxin (intoksikasi)
  • Diuretik : furosemid
  • Misoprostol
  • NSAIDs
  • SSRIs
Diare Kronis
  • Irritable Bowel Syndrome
  • Inflammatory Bowel Disease (IBD) : Crohn’s disease, ulcerative colitis
  • Cancer colon
  • Tidak mampu mencerna & mengabsorpsi makanan (coeliac disease)
Penatalaksanaan diare
  • Oral Rehydration Therapy untuk cegah dehidrasi, terutama pada anak dan lansia
  • Loperamide : tidak untuk anak <>
  • Kaolin / pectin : absorpsi air dr GIT & absorpsi toxin & bakteri pd lumen usus, lalu mengeluarkannya dr GIT. Pd anak belia ? obstruksi saluran cerna
  • Opioid analgesic : ESO konstipasi
  • Oral Rehidration Therapy *) Pakailah Oralit yg siap pakai, bukan membuat sendiri agar komposisi tepat

Tips praktis
  • Pasien diare disarankan minum selain susu
  • Boleh dianjurkan menghindari makanan padat selama 24 jam. ASI / PASI harus tetap diberikan pada bayi, terutama yg undernourish ? utamakan kesehatan. Kadang dokter menghentikan asupan susu tapi tidak selalu.
  • PASI dihentikan, jika diduga karena enzim saluran cerna tidak bekerja dengan baik terutama pada fase akut diare atau karena tidak cocok dengan PASI (susu sapi) karena lactose intolerance

Saat Untuk merujuk ke Dokter
  • Diare yg diderita > 1 hari pd anak <> 2 hr pd anak 1-3 thn dan lansia; > 3 hr pd anak > 3 thn dan dewasa
  • Disertai muntah berat dan panas
  • Baru kembali dari perjalanan ke LN
  • Dicurigai ESO
  • Riwayat perubahan pola BAB
  • Terdapat darah & lendir di feses
Jangka waktu pengobatan :
  • 1 hari pada anak-anak, 2 hari pada selain anak
Heartburn adalah iritasi mukosa esofagus yang disebabkan oleh reflux (alir balik) asam dari lambung. Umumnya usia > 55 th, bisa dewasa muda & bumil (ibu hamil). Anak-anak dengan gejala heartburn maka rujuklah ke dokter.

Gejala :
  • nyeri atau panas sepertt terbakar dari bagian tengah tubuh (epigastrium) ke arah atas yang dirasakan di balik tulang dada (retrosternum), atau sampai terasa asam di rongga mulut.
  • Dysphagia (sulit menelan) : gejala serius ! yaitu rasa tidak nyaman saat menelan karena esofagitis sehingga makanan terasa ‘masih menempel’ saat ditelan dan tidak langsung masuk ke lambung ini dimungkinkan obstruksi esofagus akibat tumor.

Penyebab Heartburn
  • Dietary habits : cokelat, pedas, bawang merah & putih, lemak tinggi, tomat, jus jeruk, alkohol, kafein, minuman soda, makan sebelum tidur
  • Lifestyle habits : overweight, merokok, pakaian / ikat pinggang ketat, stres, berbaring setelah makan
  • Karena Obat: NSAIDs, Antikolinergik (TCA, fenotiazin), Teofilin, aminofilin, Ca channel blockers, Nitrat (terutama nifedipin).
  • Bumil : ½ dari bumil, terutama usia > 30 th, di akhir kehamilan, akibat tekanan di rongga perut meningkat dan LES menurun akibat hormon progesterone.

Hal penting:
  • Heartburn makin parah bila sehabis makan banyak, berbaring atau bersandar ke belakang, pada overweight (kegemukan), gelegekan, makan terlalu cepat.
  • Nyeri berat : nyeri yg tiba2 dan berat, menjalar ke punggung atau lengan sulit dibedakan dari serangan jantung maka rujuk ke dokter. Sebaliknya, pasien penyakit jantung bisa esofagitis.
  • Regurgitasi (gumoh) : makanan di esofagus terhambat masuk ke lambung, sehingga alir balik ke mulut. Biasanya krn esofagus tersumbat secara mekanis akibat kanker (esofagus menyempit akibat kontak lama dengan asam lambung maka terapinya dilatasi dg endoskopi.

Terapi Heartburn
  • Antasida : mengontrol gejala heartburn & reflux seperti alginate. Sediaan tinggi Na waspada pada pasien CHF, Ginjal, Liver.
  • Alginate : melapisi permukaan lambung & mencegah reflux. Hati2 : kadang mgd Nabic (sebagai antasida + melepas CO2 di lambung) maka alternatifnya berikan K bicarbonate.
  • H2 blocker (cimetidine, famotidine, ranitidine) : terapi jangka pendek (max 2 minggu) untuk dyspepsia, heartburn & hiperacidity. Jika makanan memicu heartburn berikan 1 jam sblm makan.

PPI (omeprazole, lanzoprazole) : paling efektif untuk heartburn , tetapi perlu waktu 1 hari sebelum berefek maka sebaiknya berikan juga antasida.

Lama Pengobatan 1 mgg dg obat OTC

Rujuk ke dokter bila:
  • Nyeri yg menjalar ke bahu / lengan
  • Sulit menelan
  • Regurgitasi (gumoh / alir balik dari esofagus)
  • Lama diderita tidak kunjung sembuh
  • Meningkat keparahan penyakitnya
  • Anak-anak
  • Gagal Pengobatan (mungkin peny jantung iskemik, batu empedu)

by Anita P Rahman

11/15/2009

Scabies

Gejala scabies:
  • Menyerang segala usia, puncak : 15-20 th
  • Gatal sekali
  • Memburuk pada malam hari
  • Kulit terkelupas / luka akibat reaksi alergi akibat eksudat & ‘jaket pelindung’ kutu
  • Sarang kutu dalam kulit (5-10mm), terutama di sela jari, pergelangan tangan, ketiak, pantat dan genitalia.
  • Timbul kemerahan didaerah kutu bersarang.
  • Orang dewasa : jarang di muka/kepala/leher, tapi pada anak di seluruh tubuh

Pada pasien immunocompromised atau Pasien yang kurang gerak (mis: lansia) maka kulit yang terkena akan menebal dan berkerak, sehingga kutu aman di bawahnya. Kita harus berhati-hati karena dapat menular bila kita kontak dengan pasien.

Riwayat Penyakit :
  • Inkubasi kutu sekitar 3 minggu
  • Rasa gatal timbul 6-8 minggu pada orang yang belum pernah terkena.
  • Kutu berpindah saat bersentuhan dengan orang lain.

Saat Merujuk ke Dokter
  • Kulit mengalami infeksi. Tanda Infeksi yaitu apabila terjadi garukan dan kulit terkelupas. Pada infeksi sekunder mirip impetigo.
  • Jika kerak / eksudat cair kekuningan.
  • Pada bayi dan anak
  • Pengobatan gagal
  • Diagnosis tidak jelas / tidak dapat memastikan penyakit

Pengobatan scabies
Bukti penelitian pengobatan scabies sangat sedikit

Krim Permethrin efektif dan malathion digunakan jika tidak tersedia permethrin, atau kombinasi keduanya dengan jarak 7 hari.

Malathion : efektif pada scabies dan kutu rambut. Larutan air untuk scabies (100ml ut org dewasa), biarkan 24 jam, lalu bilas.Dapat menyebabkan iritasi kulit !!! (maka pada bayi <6 bln, tidak boleh)

Permethrin 30-60 g krim untuk orang dewasa, biarkan 8-12jam, lalu bilas. Usia <2> 70 tahun harus diawasi. ESO : gatal dan merah

Benzyl benzoate kadar 25%, tingkat keberhasilan 50% tapi sering resisten. ESO: iritasi, rasa menyengat dan terbakar. KontraIndikasi : anak, bayi, kulit luka / terkelupas. Olesi seluruh tubuh kecuali muka, biarkan kering, 24 jam kemudian olesi lagi tanpa dibilas

Tips Praktis:
  • Rasa gatal mungkin makin parah beberapa hari setelah diobati. Jadi tidak perlu khawatir.
  • Berikan Krim Crotamiton jika kulit tidak terlalu luka.
  • Berikan Promethazine oral, jika sangat gatal.
  • Obati sblm tidur, biarkan mengering.
  • Oleskan seluruh tubuh, pada org dewasa kecuali wajah, leher & kulit kepala.
  • Jangan cuci tangan, jika scabies pada tangan/jari setelah diolesi obat.
  • Oleskan obat pada kulit yang dingin dan kering.
  • Bila obat berbentuk Losion maka oleskan dengan kuas atau kapas.
  • Mandi air hangat sblm olesi obat.
  • Seluruh keluarga harus diobati, bisa kambuh kembali karena masa inkubasi 3 minggu.
  • Sumber kutu kemungkinan dari kutu hewan peliharaan atau tungau (kutu debu). Jika diobati, 2 minggu kemudian ulangi pengobatan

Daftar Pustaka
Blenkinsopp, A., Paxton, P., Blenkinsopp, J. (2005) Symptoms in The Pharmacy – A Guide to the Management of Common Illness. 5th ed, Oxford : Blackwell Publishing Ltd

by Anita P Rahman

Threadworm (Enterobius vermicularis) lazim diderita anak, terutama usia sekolah. Dalam Hal ini tugas seorang Farmasis adalah memberikan terapi OTC serta memberikan saran tentg kebersihan

Tanda Infeksi Cacing :
  • Anak menggaruk pantat, akibat reaksi alergi terhadap bahan telur cacing dan lendirnya yang diletakkan sekeliling anus (perianal)
  • Rasa gatal terutama malam hari, saat cacing betina keluar dari anus dan meletakkan telurnya. Telur dilekatkan dengan cairan lengket ke kulit anus.
  • Garukan dapat menyebabkan infeksi sekunder bakteri. Jika kulit perianal luka dan ada cairan atau nanah, maka segeralah rujuk ke Dokter.
  • Lesu dan lelah akibat kurang tidur
  • Gatal tanpa kelihatan cacing mungkin karena sebab lain (dermatitis alergi / iritan, scabies, infeksi jamur)
  • Diare dan gatal pada vagina

Hal-hal yang harus diperhatikan:
1. Munculnya Cacing
Cacing di feses seperti benang putih / krem dengan panjang 10 mm, lebar 0,5 mm. Cacing jantan lebih sedikit daripada cacing betina. Bisa hidup sebentar di luar tubuh.
2. Lamanya Diderita
Berapa lama diderita dan pengobatan yang sudah dicoba.
3. Wisata ke LN
Jika dicurigai infeksi selain cacing kremi maka rujuk ke dokter. Jika baru-baru ini wisata ke LuarNegri, ceritakan ke dokter awal infeksi, gatal dan cacing di feses belum tentu ada.
4. Periksa anggota keluarga dengan gejala sama.
5. Riwayat Pengobatan
Obat yang pernah dicoba, efektivitas dan cara pakainya apakah sudah benar?untuk melihat apakah gagal pengobatan disebabkan salah cara memakai obat.

Terapi Infeksi Cacing Kremi :
Pastikan cara dan saat memakai obat sudah tepat atau belum, serta harus tahu pencegahannya. Menurut WHO :
  • Anjuran obat anti nematode (infeksi cacing Enterobiasis, Ascariasis, Trichuriasis, Hookworm): Mebendazole, Albendazole, Pyrantel, Levamisole.
  • Program “mass treatment” Mebendazole DOC infeksi cacing kremi (Enterobiasis). Efektif juga untuk Ascariasis, Trichuriasis, Hookworm, Visceral larva migrans, Intestinal capillariasis. Kurang efektif untuk infeksi cacing pita (Taeniasis) Dosis tunggal untuk anak usia 2 th – dewasa.
  • Infeksi kambuhan sering terjadi maka dosis kedua 2-3 minggu. Hati-hati dengan efek samping obat (ESO) : kadang2 diare & nyeri perut.
  • Piperazine tidak dianjurkan pada wanita hamil. Cara kerja : melumpuhkan cacing di usus. Piperazine + laksatif agar cacing dapat keluar bersama feses. Dosis pertama diberikan, lalu 2 minggu kemudian dosis kedua, untuk membasmi telur yg sdh menetas ESO : kadang2 mual, muntah, diare & colic.
Saran dan Tips:
  • Potong pendek kuku agar tidak ada telur di bawahnya.
  • Jari harus disikat bersih setelah ke WC & sebelum memegang makanan. Telur dapat bertahan 1 minggu sebelum masuk tubuh.
  • Pakaikan piyama + CD saat tidur agar tidak digaruk.
  • Seluruh keluarga harus mandi setiap pagi.
  • Infeksi cacing = kurang kebersihan. dan yakinlah bahwa infeksi cacing lazim terjadi.
  • Seluruh keluarga harus diobati, walaupun hanya 1 orang yg menunjukkan adanya cacing
Daftar Pustaka
Blenkinsopp, A., Paxton, P., Blenkinsopp, J. (2005) Symptoms in The Pharmacy – A Guide to the Management of Common Illness. 5th ed, Oxford : Blackwell Publishing Ltd
Drug Ther Perspect 11(1):9-13, 1998 Adis International Limited
http://www.medscape.com

by.Anita P Rahman
 
Fun Fun Pharmacy © 2009. Template Design By: rzneema