Farmasis – Membuat Perubahan! …Pada Biaya Pelayanan kesehatan
________________________________________
Penggunaan obat yang tidak tepat tidak hanya menjadi perhatian di bidang kesehatan, namun juga dari segi ekonomi. Gambaran kasar hasil penelitian memberikan data bahwa dana yang dihabiskan untuk membiayai penggunaan obat yang tidak tepat berkisar antara $7 – $9 millar tiap tahun. Berdasarkan penelitian di beberapa tempat pelayanan kesehatan dengan menggunakan metode Cost Benefit analisis menunjukkan bahwa rasio cost-benefit berkisar antara 1:6 hingga 1:25, artinya dari penelitian tersebut menyatakan bahwa dari setiap $1 biaya yang digunakan untuk jasa farmasis trans Pengaruh Peran Farmasis Melalui Pharmaceutical care dan Farmakoekonomidapat menghemat atau mengurangi biaya rumah sakit sebesar 6$ hingga $25.

Dapatkan farmasis memberikan perubahan melalui Pharmceutical care dan Farmakoekonomi?

Banyak sekali penelitian yang menunjukkan bahwa peran farmasis dengan aplikasi Pharmaceutical care dan farmakoekonomi dapat membantu meningkatkan pencapaian outcome terapi yang maksimal dengan biaya yang seminimal mungkin dalam sistem kesehatan. ketika farmasis dilibatkan secara aktif dalam pelayanan kesehatan terhadap pasien secara langsung dan dalam program penggunaan obat, beberapa manfaat dapat dihasilkan dalam sistem pelayanan kesehatan, antara lain:

  • Manurunkan jumlah pasien rawat inap
  • Menurunkan Lama Rawat di Rumah Sakir (length of stay)
  • Menurunkan intensitas visitasi dokter atau klinisi
  • Menurunkan Biaya Obat

Bagaimana Farmasis membantu dalam mengurangi biaya dan manajemen penggunaan obat?

Hal ini karena jika Farmasis mengaplikasikan Pharmaceutical care dan Farmakoekonomi, akan dapat:

  • Menurunkan biaya pelayanan kesehatan secara keseluruhan dengan berfokus pada penggunaan obat yang optimal, menghindari atau meminimalisir masalah yang terkait dengan penggunaan obat (Drug Related problems/DRP’s), dan pencapaian outcome yang diinginkan pasien yaitu meningkatnya kualitas hidup.
  • Menyediakan pelayanan yang spesifik terhadap kelompok pasien tertentu (asma, hipertensi, Diabetes Melitus) untuk mengoptimalkan penggunaan obat dan outcome therapy. Pada akhirnya, proses ini membantu menurunkan kunjungan di Rumah Sakit atau Instalasi Gawat Darurat.
  • Menyediakan edukasi terhadap dokter mengenai peresepan yang tepat untuk penyakit yang spesifik untuk memastikan ketepatan dari penggunaan biaya yang tinggi untuk pengobatan.
  • Mengimplementasikan program untuk meningkatkan kepatuhan terhadap guidelines peresepan yang spesifik untuk mengoptimasi penggunaan obat atau pengobatan
  • Mengembangkan dan mengimplementasikan program-program untuk mempromosikan dilakukannya rawat jalan dan monitoring terhadap pasien tersebut, dengan demikian akan menurunkan jumlah pasien yang dirawat inap dan menurunkan Lama rawat di Rumah Sakit.
  • Beberapa penelitian tersebut menunjukkan bahwa intervensi farmasis/apoteker memberikan pengaruh baik langsung maupun tidak langsung terhadap penghematan biaya pengobatan. Semakin banyak jumlah farmasis dalam praktek klinis, semakin besar pula keuntungan dari investasi..

References

  1. Coambs RB et al. Health Promotion Research. Review of the Scientific Literature on the Prevalence, Consequences, and Health Costs of Noncompliance & Inappropriate Use of Prescription Medication in Canada. University of Toronto Press, 1995
  2. McLean WM. Pharmaceutical Care Evaluated: The Value of Your Services. CPJ 1998; 131(4): 34-40
  3. Ogle BG, McLean WM, Poston JW. The Clinical Pharmacy Services Study. Can J Hosp Pharm 1996; 49:1:S5-S25
  4. Condron JH, Mann JL. Drug Utilization and Therapeutic Intervention Programs; Pharmacy Services that Pay for Themselves. Can J Hosp Pharm 1994; 47:203-208
  5. Schumock GT, Meek PD, Ploetz PA, Vermeulen LC. Economic Evaluations of Clinical Pharmacy Services – 1988 – 1995. Pharmacotherapy 1996; 16(6): 1188-1208

Sumber: http://www.cshp.ca/advocacy/factSheets/healthCare_e.asp

0 komentar:

Posting Komentar

 
Fun Fun Pharmacy © 2009. Template Design By: rzneema