Threadworm (Enterobius vermicularis) lazim diderita anak, terutama usia sekolah. Dalam Hal ini tugas seorang Farmasis adalah memberikan terapi OTC serta memberikan saran tentg kebersihan
Tanda Infeksi Cacing :
Tanda Infeksi Cacing :
- Anak menggaruk pantat, akibat reaksi alergi terhadap bahan telur cacing dan lendirnya yang diletakkan sekeliling anus (perianal)
- Rasa gatal terutama malam hari, saat cacing betina keluar dari anus dan meletakkan telurnya. Telur dilekatkan dengan cairan lengket ke kulit anus.
- Garukan dapat menyebabkan infeksi sekunder bakteri. Jika kulit perianal luka dan ada cairan atau nanah, maka segeralah rujuk ke Dokter.
- Lesu dan lelah akibat kurang tidur
- Gatal tanpa kelihatan cacing mungkin karena sebab lain (dermatitis alergi / iritan, scabies, infeksi jamur)
- Diare dan gatal pada vagina
Hal-hal yang harus diperhatikan:
1. Munculnya Cacing
Cacing di feses seperti benang putih / krem dengan panjang 10 mm, lebar 0,5 mm. Cacing jantan lebih sedikit daripada cacing betina. Bisa hidup sebentar di luar tubuh.
2. Lamanya Diderita
Berapa lama diderita dan pengobatan yang sudah dicoba.
3. Wisata ke LN
Jika dicurigai infeksi selain cacing kremi maka rujuk ke dokter. Jika baru-baru ini wisata ke LuarNegri, ceritakan ke dokter awal infeksi, gatal dan cacing di feses belum tentu ada.
4. Periksa anggota keluarga dengan gejala sama.
5. Riwayat Pengobatan
Obat yang pernah dicoba, efektivitas dan cara pakainya apakah sudah benar?untuk melihat apakah gagal pengobatan disebabkan salah cara memakai obat.
Terapi Infeksi Cacing Kremi :
Pastikan cara dan saat memakai obat sudah tepat atau belum, serta harus tahu pencegahannya. Menurut WHO :
- Anjuran obat anti nematode (infeksi cacing Enterobiasis, Ascariasis, Trichuriasis, Hookworm): Mebendazole, Albendazole, Pyrantel, Levamisole.
- Program “mass treatment” Mebendazole DOC infeksi cacing kremi (Enterobiasis). Efektif juga untuk Ascariasis, Trichuriasis, Hookworm, Visceral larva migrans, Intestinal capillariasis. Kurang efektif untuk infeksi cacing pita (Taeniasis) Dosis tunggal untuk anak usia 2 th – dewasa.
- Infeksi kambuhan sering terjadi maka dosis kedua 2-3 minggu. Hati-hati dengan efek samping obat (ESO) : kadang2 diare & nyeri perut.
- Piperazine tidak dianjurkan pada wanita hamil. Cara kerja : melumpuhkan cacing di usus. Piperazine + laksatif agar cacing dapat keluar bersama feses. Dosis pertama diberikan, lalu 2 minggu kemudian dosis kedua, untuk membasmi telur yg sdh menetas ESO : kadang2 mual, muntah, diare & colic.
Saran dan Tips:
- Potong pendek kuku agar tidak ada telur di bawahnya.
- Jari harus disikat bersih setelah ke WC & sebelum memegang makanan. Telur dapat bertahan 1 minggu sebelum masuk tubuh.
- Pakaikan piyama + CD saat tidur agar tidak digaruk.
- Seluruh keluarga harus mandi setiap pagi.
- Infeksi cacing = kurang kebersihan. dan yakinlah bahwa infeksi cacing lazim terjadi.
- Seluruh keluarga harus diobati, walaupun hanya 1 orang yg menunjukkan adanya cacing
Daftar Pustaka
Blenkinsopp, A., Paxton, P., Blenkinsopp, J. (2005) Symptoms in The Pharmacy – A Guide to the Management of Common Illness. 5th ed, Oxford : Blackwell Publishing Ltd
Drug Ther Perspect 11(1):9-13, 1998 Adis International Limited
http://www.medscape.com
by.Anita P Rahman
Blenkinsopp, A., Paxton, P., Blenkinsopp, J. (2005) Symptoms in The Pharmacy – A Guide to the Management of Common Illness. 5th ed, Oxford : Blackwell Publishing Ltd
Drug Ther Perspect 11(1):9-13, 1998 Adis International Limited
http://www.medscape.com
by.Anita P Rahman
0 komentar:
Posting Komentar