jenis headache:
- Tension headache
- Migrain
- Cluster headache
Untuk membedakan antara masing-headache tersebut harus diperhatikan beberapa hal:
- Usia, pada anak terutama berkaitan dengan luka atau trauma pada kepala, sedang pada lansia harus diperhatikan apakah menderita headachenya setelah jatuh atau tidak karena bila ada pendarahan perlahan pada subdural hemature maka arahnya ke stoke.
- Frekuensi dan waktu dari gejala, yaitu bila memburuk di pagi hari dan membaik selama hari mungkin karena tekanan intracarnialnya meningkat maka harus dirujuk ke dokter. begitu juga bila frekuensi dan keparahan meningakt maka juga harus dirujuk ke dokter.
- riwayat penyakit terdahulu , bila jenis dan lokasi nyeri tetap maka kemungkinan bukan penyakit serius, sedangkan bila migrain memang penyakit yang kambuhan.
- Gejala lain, bila headache disertai gangguan keseimbangan dan gerakan canggung maka harus dirujuk ke dokter
Tension headache
merupakan jenis headache yang paling sering terjadi. Merupakan headache primer. Nyeri biasanya bersifat tumpul,terasa seperti ada yang terikat dikepala. Sering terjadi pada usia dewasa dan remaja.
Penyebab penyakit ini adalah kontraksi dari otot leher dan jangat kepala. Kontraksinya sendiri disebabkan stress, depresi, kecelakaan dikepala, cemas (anxiety), dan posisi yang buruk.
Penyebab lain meliputi eye strain (), kelelahan, alkohol, merokok, infeksi sinus, dan pilek.
Area nyeri pada tension headache bagian dasar skull, bagian atas leher, bagian atas kepala di atas mata.
Migraine
Migraine kadang-kadang berkaitan dengan mual dan muntah.Sebagian pasien merasa migrainenya membaik dengan berbaring di tempat yang gelap. Pasien yang mengalami migraine pertama di usia lebih dari 40 tahun harus dirujuk ke dokter karena umumnya terjadi pada usia kurang dari 40 tahun sehingga ditakutkan ada penyakit lain.
Ada 2 macam migraine:
- classic migraine, yaitu migraine dengan aura sehingga maksudnya pasien merasa ada cahaya berkilat, photopsia atau garis zigzag (dinamakan fase prodormal). Selama fase prodormal pasien dapat mengalami kesemutan atau seperti mati rasa pada satu sisi tubuh bibir, jari, wajah atau tangan. Biasanya aura ini terjadi 4-60 menit, nyri dirasakan bersama atau setelah aura dalam 60 menit. terjadi secara unilateral (dikedua sisi kepala) terutama pada bagian atas dahi.
- common migraine, yaitu migraine tanpa ada fase prodormal, nyeri terasa selama 4-72 jam diikuti sekurang-kurangnya 2 gejala, antara lain; berdenyut, nyeri dengan intensitas sedang sampai parah, nyeri memburuk dengan aktivitas, nyeri terasa unilateral, mual/muntah, fotofobia dan fonofobia.
Cluster Headache
merupakan sejumlah headache yang muncul setelah yang lain (susul menyusul). Dengan ciri-ciri nyeri yang biasanya terjadi selama 2-3 bulan, tiap episode nyeri dapat terjadi setengah sampai 3 jam, nyeri biasanya pada satu sisi kepala, mata, pipi atau pelipis, nyeri yang menyiksa dan sering membangunkan pasien dari tidur.
penyebabnya karena dilatasi pembuluh drah dan inflamasi dari saraf di belakang mata. Gejala lain yang sering menyertai karena rasa nyeri adalah mata dan hidung berair, hidung tersumbat pada sisi kepala yang terasa sakit. setipa nyeri headache yang berulang, menetap atau parah sebaiknya dirujuk ke dokter.
Terapi Headache
terapi oral analgesik untuk swamwdikasi headache oleh farmasis, antara lain: aspirin, prasetamol, ibuprofen.
kadar puncak dalam darah dari anlagesik dicapai 30 menit setelah digunakan .
maka waktu obat digunakan pada migraine harus sejak tanda pertama.
- Aspirin mempunyai efek anlgeik, antipretik dan antiinflamasi jika dosis yang digunakan >4g/hari. Kontraindikasi pada anak-anak usia <16tahun,>
- agar tidak mual atau muntah maka aspirin harus diberikan bersama atau setelah makan.
- paracetamol, mempunyai efek analgesik dan antipiretik tapi sedikit ata tidak ada efek antiinflamasi. paracetamol juga dapat diberikan pada anak <>
- ibuprofen, mempunyai efek analgesik, antipiretik dan antiinflamasi terutama jika diberikan dengan dosis > 4 g/ hari
0 komentar:
Posting Komentar